Bukan Mo Salah, Liverpool Siap Lepas Alisson pada 2026

Keputusan Liverpool untuk mulai mempertimbangkan masa depan skuadnya memasuki era baru, membuat perhatian suporter bergeser dari drama Mohamed Salah menuju isu yang tidak kalah besar. Sorotan kini mengarah pada masa depan Alisson Becker, kiper utama yang selama bertahun tahun menjadi fondasi pertahanan The Reds. Di tengah pembicaraan soal kontrak dan dinamika ruang ganti, muncul laporan kredibel dari Sky Switzerland dan TEAMtalk yang menyebutkan bahwa masa depan Alisson di Liverpool dapat berubah signifikan pada 2026. Situasi ini menghadirkan pertanyaan besar tentang arah klub dan bagaimana manajemen ingin membentuk generasi berikutnya.

Langkah Liverpool bukan semata keputusan spontan, melainkan bagian dari respons terukur terhadap perubahan kondisi skuad serta pertimbangan jangka panjang. Informasi dari sejumlah laporan terpercaya menunjukkan bahwa klub open terhadap opsi melepas Alisson, terlepas dari statusnya sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Menariknya, kabar ini muncul bersamaan dengan isu internal terkait Salah, tetapi sumber terpercaya menyebutkan bahwa keduanya tidak saling berkaitan. Hal ini memperkuat kesan bahwa Liverpool memang sedang merencanakan strategi regenerasi yang lebih luas.

Dinamika yang Mengubah Arah Liverpool

Situasi yang melibatkan Mohamed Salah sempat mendominasi pemberitaan setelah pemain asal Mesir itu mengeluarkan komentar kontroversial mengenai Arne Slot. Namun laporan TEAMtalk menegaskan bahwa Liverpool sebenarnya tidak memiliki rencana untuk memutus kontrak Salah maupun mengambil langkah drastis dalam waktu dekat. Di tengah keributan itu, muncul pernyataan mengejutkan dari jurnalis Sacha Tavolieri yang menyebutkan bahwa Liverpool bersedia melepas Alisson pada 2026.

Masa depan Alisson di Liverpool_Bola Banter_mo salah

Tavolieri menegaskan bahwa “Liverpool are open to a transfer next summer, despite Alisson’s importance to the squad”. Pernyataan ini menandakan bahwa klub mulai memandang situasi secara lebih realistis, terutama terkait usia, kondisi fisik, dan kesiapan pengganti yang sudah masuk dalam struktur tim. Informasi ini kemudian diperkuat oleh laporan Graeme Bailey bahwa masalah Salah tidak memengaruhi keputusan Alisson, sehingga kedua isu ini bergerak pada jalur yang berbeda.

Mengapa Liverpool Bersedia Melepas Alisson

Meskipun terdengar mengejutkan, ada sejumlah faktor logis yang membuat manajemen memikirkan ulang masa depan Alisson. Di bawah ini adalah poin poin penting yang memengaruhi keputusan tersebut.

1. Faktor usia dan penurunan performa

Pada usia 33 tahun, Alisson masih menjadi penjaga gawang kelas dunia. Namun, seperti disebutkan Tavolieri, “His contract, which runs until June 2027, and his age of 33 also guarantee that the deal will be completed at a reasonable price”. Pengalaman menunjukkan bahwa performa kiper dapat menurun tiba tiba pada fase tertentu. Liverpool tak ingin menunggu hingga nilai jualnya jatuh drastis.

2. Riwayat cedera yang mulai mengganggu

Sejak awal musim 2024/2025, Alisson mengalami beberapa cedera otot, termasuk masalah hamstring dan paha. Cedera cedera ini mulai menjadi alarm bagi staf teknis, terutama bagi tim yang membutuhkan kehadiran kiper utama setiap pekan. Situasi ini juga membuka ruang lebih besar bagi penerusnya.

Masa depan Alisson di Liverpool_Bola Banter_cedera

3. Kemunculan Giorgi Mamardashvili

Inilah elemen terpenting dalam diskusi masa depan Alisson di Liverpool. Liverpool sebenarnya sudah menyetujui kesepakatan dengan Valencia pada 2024 agar Giorgi Mamardashvili bergabung pada musim 2025/2026. Kiper berusia 25 tahun itu tampil mengesankan sejak menjalani musim pertamanya di Premier League dan telah menunjukkan konsistensi dengan tiga clean sheet dari sepuluh penampilan.

Dalam kondisi normal, sulit bagi klub sebesar Liverpool untuk melepas kiper kelas dunia. Namun dengan Mamardashvili yang tampil matang di usia muda, manajemen mendapatkan keyakinan bahwa posisi kiper dapat diwariskan tanpa guncangan berarti.

Minat Klub dan Situasi Transfer yang Mulai Bergerak

Berdasarkan laporan TEAMtalk, AC Milan menjadi klub yang paling serius mendekati perwakilan Alisson. Kontak awal disebut telah dilakukan karena Milan harus bersiap jika Mike Maignan memutuskan meninggalkan klub. Maignan sendiri sedang mempertimbangkan masa depannya dan belum menandatangani perpanjangan kontrak.

Masa depan Alisson di Liverpool_Bola Banter_alisson becker
PARIS, FRANCE – Wednesday, March 5, 2025: Liverpool’s goalkeeper Alisson Becker makes a save during the UEFA Champions League Round of 16 1st Leg game between Paris Saint-Germain and Liverpool FC at the Parc des Princes. (Photo by David Rawcliffe/Propaganda)

Situasi ini dinilai oleh Tavolieri sebagai langkah yang tepat dengan pernyataannya “the timing could be perfect” untuk Milan. Italia bukan wilayah asing bagi Alisson, karena dirinya sempat tampil gemilang di AS Roma sebelum bergabung dengan Liverpool. Rekam jejak itu membuat Milan memandangnya sebagai kandidat ideal.

Tawaran Destinasi Lain yang Masuk Radar

Selain Milan, ada beberapa opsi lain yang dinilai realistis bagi Alisson. Sejumlah analis sepak bola menilai bahwa 2026 akan menjadi tahun penuh kesempatan bagi kiper kawakan ini. Potensi tujuan Alisson dapat dikelompokkan dalam tiga kategori utama berikut.

1. Saudi Pro League

Liga yang sedang naik daun ini menjadi tujuan potensial bagi pemain berpengalaman karena kemampuan finansial yang besar. Klub seperti Al Hilal, Al Nassr, dan Al Ahli mampu memenuhi permintaan kontrak besar. Kondisi para kiper mereka yang mulai berusia senior membuat posisi Alisson cukup relevan. Meski begitu, masih menjadi pertanyaan apakah Alisson ingin bermain di liga yang tekanannya berbeda dari Eropa.

2. Internacional

Opsi emosional selalu terbuka, terlebih Alisson pernah berkata “I want to return, especially to Inter”. Pernyataan ini menunjukkan hubungan kuat dengan klub masa kecilnya di Brasil. Namun faktor gaji dan kontrak hingga 2027 membuat kepulangan ini menjadi skenario yang harus dinegosiasikan secara hati hati.

Masa depan Alisson di Liverpool_Bola Banter_

3. Klub Eropa yang membutuhkan kiper baru

Beberapa tim besar Eropa sedang berada di fase transisi penjaga gawang, seperti Bayern Munich yang mulai menatap era pasca Manuel Neuer dan Inter Milan yang menghadapi situasi kontrak Yann Sommer. Namun sebagian dari tim ini sudah mempersiapkan pengganti masing masing, sehingga peluang Alisson cukup terbatas kecuali terjadi perubahan besar dalam beberapa bulan ke depan.

Mengapa Kepergian Alisson Akan Mengubah Identitas Liverpool

Sejak kedatangannya pada 2018, Alisson bukan hanya berperan sebagai kiper. Ia menjadi simbol stabilitas tim dan bagian penting dari era emas Liverpool bersama Jurgen Klopp. Ketika Stephen Warnock menyebutnya sebagai “the best in the world”, itu bukan sekadar pujian sesaat. Warnock memuji kemampuan Alisson dalam membaca situasi, refleks cepat, dan keputusan tepat dalam duel satu lawan satu.

Masa depan Alisson di Liverpool_Bola Banter_best in the world

Kualitas tersebut menjadikan Alisson bagian dari inti tim yang mampu memenangkan Premier League dan Liga Champions. Namun transformasi skuad tidak dapat dihindari. Klub butuh adaptasi strategi jangka panjang, dan Alisson yang memasuki usia veteran menjadi bagian dari rencana peremajaan tersebut.

Langkah Liverpool Menuju Fase Baru

Jika pada akhirnya Liverpool melepas Alisson pada 2026, transisi menuju masa depan akan berjalan berdasarkan tiga pilar penting.

1. Pemersatu lini belakang dengan gaya baru

Mamardashvili menawarkan karakter kiper modern dengan distribusi bola cepat dan kemampuan melakukan sweeping. Gaya ini cocok dengan pendekatan taktikal Arne Slot yang menekankan progresi bola vertikal dan tekanan tinggi.

2. Regenerasi yang tidak bisa ditunda lagi

Liverpool pernah menunda regenerasi kedalaman skuad dan membayar mahal dengan penurunan performa secara keseluruhan. Kali ini, manajemen tampak lebih proaktif.

Masa depan Alisson di Liverpool_Bola Banter_

3. Keseimbangan finansial dan nilai jual

Kontrak Alisson hingga 2027 membuat 2026 menjadi tahun paling logis untuk menjual jika klub ingin mendapatkan nilai maksimal sebelum kontraknya mendekati akhir.

Pandangan yang Menguat di Kalangan Pendukung

Meskipun banyak yang menilai bahwa Alisson masih berada di level tertinggi, sebagian suporter mulai memahami alasan klub mempertimbangkan opsi tersebut. Ketika kiper yang lebih muda, sehat, dan konsisten telah disiapkan, keputusan untuk melepas pemain senior bukan lagi sekadar soal emosi, melainkan strategi besar.

Masa depan Alisson di Liverpool_Bola Banter_
Galatasaray v Liverpool – UEFA Champions League ISTANBUL, TURKIYE – SEPTEMBER 30: Goalkeeper of Liverpool Alisson Becker in action during the UEFA Champions League week 2 match between Galatasaray and Liverpool at RAMS Park in Istanbul, Turkiye, on September 30, 2025. Serhat Cagdas / Anadolu Istanbul Turkey. Editorial use only. Please get in touch for any other usage. PUBLICATIONxNOTxINxTURxUSAxCANxUKxJPNxITAxFRAxAUSxESPxBELxKORxRSAxHKGxNZL Copyright: x2025xAnadoluxSerhatxCagdasx

Menuju Era Baru di Bawah Tiang Gawang Liverpool

Pada akhirnya, isu terkait masa depan Alisson di Liverpool mencerminkan fase transisi besar yang sedang ditempuh klub. Jika keputusan final benar benar diambil pada 2026, maka ini akan menjadi langkah strategis untuk memastikan stabilitas jangka panjang. Regenerasi pos kiper merupakan salah satu fondasi paling penting dalam membentuk identitas baru Liverpool di bawah kepemimpinan Arne Slot.

Kepergian Alisson nanti akan meninggalkan kesan besar, tetapi Liverpool telah membuktikan berkali kali bahwa mereka mampu beradaptasi di masa paling sulit sekalipun. Dan ketika saat itu tiba, para pendukung hanya bisa berharap bahwa penggantinya akan melanjutkan tradisi penjaga gawang kelas dunia yang pernah dibangun oleh pemilik sarung tangan emas asal Brasil ini.

Kalau Alisson benar benar cabut dari Anfield nanti, bisa jadi ruang ganti Liverpool seperti kehilangan bapak asrama yang paling tenang. Tapi namanya juga sepak bola, kadang yang bikin move bukan cuma pemain, tapi taktik, usia, dan cuan. Yang penting, siapapun yang berdiri di bawah mistar nanti, para Kopites tetap punya satu ritual sakral yang tidak pernah berubah yaitu berharap jantung mereka tidak meledak tiap kali lini belakang mulai bercanda.