Hasil Imbang Terus Menghantui Brighton Sepanjang 2025

Ada pola yang sulit diabaikan ketika melihat perjalanan Brighton & Hove Albion sepanjang 2025. Berkali-kali mereka tampil kompetitif, bahkan melawan tim besar, namun berkali-kali pula laga berakhir tanpa kemenangan. Performa Brighton di tahun kalender ini akhirnya terasa seperti cerita tentang stabilitas yang belum sepenuhnya berujung pada kemajuan nyata.

performa Brighton_Bola Banter_

Hasil imbang 2-2 di markas West Ham pada penutup tahun menjadi gambaran paling jujur. Brighton dua kali tertinggal, dua kali bangkit, namun tetap pulang dengan satu poin. Pola serupa juga terlihat sebelumnya saat menahan Aston Villa. Oleh karena itu, wajar jika publik bertanya apakah ini benar-benar progres atau sekadar bertahan di tempat yang sama.

Performa Brighton di Paruh Musim yang Serba Tanggung

Secara klasemen, Brighton berada di posisi ke-14 dengan 25 poin pada pertengahan musim 2025-26. Angka ini memang tidak dramatis, tetapi tetap menunjukkan penurunan tipis dibanding musim lalu ketika mereka finis di peringkat delapan dan nyaris menembus Eropa. Performa Brighton musim ini terlihat solid dalam banyak fase pertandingan, namun konsistensi hasil masih menjadi pekerjaan rumah.

performa Brighton_Bola Banter_fabian hurzeler

Fabian Hurzeler sendiri mengakui kondisi tersebut. Ia menilai timnya jarang benar-benar kalah telak dalam duel permainan, tetapi sering kehilangan momen krusial. Dalam konferensi pers pasca laga West Ham, ia mengatakan

Negatives, positives, I think it’s a mix, especially at the moment. We see good phases in every game.
There has not been an obvious winner or loser, so we can compete in every game. At the moment, we have a lack of consistency, maybe in certain moments a lack of quality and I think especially at the moment a lack of luck
.”

Pernyataan itu memperkuat kesan bahwa Brighton tidak jauh tertinggal secara kualitas. Namun demikian, di Premier League yang semakin padat dan merata, detail kecil kerap menentukan arah musim.

Statistik Tahun Kalender yang Jujur Apa Adanya

Jika ditarik ke satu musim penuh, catatan Brighton pada tahun kalender 2025 menghasilkan 16 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 11 kekalahan. Total 59 poin dari 38 laga. Angka tersebut secara objektif mencerminkan performa Brighton yang berada di papan tengah, cukup kompetitif tetapi belum cukup tajam untuk bersaing secara konsisten di zona Eropa.

performa Brighton_Bola Banter_

Hasil imbang yang berulang juga menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, Brighton sulit dikalahkan. Di sisi lain, mereka sering gagal memaksimalkan laga melawan tim papan bawah, termasuk dua hasil imbang melawan West Ham yang sempat berada di zona degradasi.

Momen Terbaik dan Terburuk Sepanjang 2025

Untuk memahami perjalanan ini secara utuh, ada beberapa momen kunci yang membentuk narasi musim Brighton. Bagian ini dirangkum dalam bentuk listicle agar lebih mudah dipahami.

1. Etihad Bukan Lagi Tempat Angker

Brighton menahan Manchester City 2-2 di Etihad pada Maret. Hasil ini istimewa karena sebelumnya stadion tersebut selalu menjadi tempat kekalahan bagi mereka. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa performa Brighton mampu menyaingi siapa pun pada hari terbaik mereka.

performa Brighton_Bola Banter_man city

2. Kekalahan yang Membuka Semua Kelemahan

Kekalahan 7-0 dari Nottingham Forest pada Februari menjadi titik terendah. Segala risiko taktik Hurzeler runtuh, termasuk eksperimen memainkan Georginio Rutter di lini tengah yang membuat pertahanan rapuh sejak awal.

performa Brighton_Bola Banter_nottingham forest

3. Chelsea Jadi Pelampiasan Sempurna

Kemenangan 2-1 atas Chelsea di FA Cup, disusul kemenangan liga 3-0 enam hari kemudian, menjadi penawar luka. Gol penentu Kaoru Mitoma di laga FA Cup masih menjadi salah satu momen ikonik musim ini.

Danny Welbeck Simbol Stabilitas Brighton

Sulit membahas performa Brighton tanpa menyoroti Danny Welbeck. Penyerang 35 tahun ini memecahkan rekor sebagai pencetak gol Premier League terbanyak klub dengan torehan 41 gol. Lebih dari sekadar angka, Welbeck menjadi figur penting di ruang ganti yang diisi banyak pemain muda.

performa Brighton_Bola Banter_danny welbeck

Rentetan tujuh gol liga dalam periode singkat antara akhir September hingga November berkontribusi langsung pada empat kemenangan dari lima laga. Tanpa kontribusi tersebut, posisi Brighton bisa saja lebih tertekan. Konsistensi Welbeck menjadi anomali positif di tengah inkonsistensi tim.

Kontroversi Global yang Menguji Reputasi Klub

Tidak semua cerita 2025 datang dari lapangan. Brighton sempat menghadapi badai kritik internasional akibat unggahan media sosial akademi klub yang menggunakan figur Hiroo Onoda. Konten tersebut memicu kemarahan di China dan Asia Timur karena latar belakang sejarah sensitif.

performa Brighton_Bola Banter_kaoru mitoma

Klub akhirnya meminta maaf kepada publik China dan juga kepada Kaoru Mitoma yang terseret tanpa kesalahan pribadi. Brighton mengakui kelalaian tersebut dan berjanji memperketat prosedur konten. Insiden ini menjadi pengingat bahwa klub Premier League kini berada di panggung global, di mana satu kesalahan kecil bisa berdampak besar. Detail lengkap kasus ini dapat dibaca melalui laporan mendalam dari The Athletic.

Pemain Kunci Menuju Turnamen Internasional

Selain Welbeck, sorotan juga mengarah ke Bart Verbruggen. Kiper utama Brighton ini semakin mapan sebagai penjaga gawang nomor satu Belanda. Performanya di Euro sebelumnya memberi harapan bahwa ia bisa melangkah jauh di Piala Dunia mendatang jika konsistensi terjaga.

performa Brighton_Bola Banter_bart verbruggen

Sementara itu, Nehemiah Oriola muncul sebagai prospek menarik. Winger kiri berusia 18 tahun ini mulai mencicipi skuad utama dan disebut Hurzeler sebagai talenta luar biasa. Perkembangannya bisa menjadi bagian penting dari evolusi performa Brighton ke depan.

Atmosfer Amex dan Harapan yang Menggantung

Ada satu catatan reflektif yang menarik dari evaluasi tahun ini. Atmosfer Amex Stadium dinilai masih belum maksimal. Dukungan yang cenderung datar sering kali kontras dengan perjuangan tim di lapangan. Bagi klub yang pernah mengalami masa-masa sulit di divisi bawah, hal ini terasa ironis.

performa Brighton_Bola Banter_

Namun demikian, Brighton tetap berada pada posisi yang relatif sehat secara struktur. Mereka tidak runtuh, tetapi juga belum melonjak. Di sinilah letak dilema musim 2025/2026.

Di Antara Stabil dan Ambisi

Pada akhirnya, performa Brighton sepanjang 2025 terasa seperti jalan lurus yang aman, tetapi belum membawa ke tujuan baru. Mereka jarang jatuh, namun juga jarang melompat. Jika hasil imbang terus mendominasi, musim-musim berikutnya akan kembali diwarnai pertanyaan yang sama.

Banter kecilnya, Brighton saat ini seperti tamu sopan di Premier League. Datang, bermain rapi, tidak membuat keributan, lalu pulang dengan satu poin. Tinggal satu pertanyaan sederhana yang menunggu jawaban di 2026. Apakah mereka akan tetap sopan, atau akhirnya mulai merebut kemenangan dengan lebih kejam?