Tekanan Arsenal musim ini kian terlihat jelas ketika performa menyerang mereka justru melemah di fase krusial. Arsenal masih berada di jalur perebutan gelar Premier League, namun data, statistik, dan pengamatan taktis menunjukkan bahwa masalah mereka bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan efektivitas serangan yang menurun drastis. Analisis Sky Sports memperlihatkan bagaimana tekanan gelar mulai memengaruhi ketenangan, keputusan, dan produktivitas tim asuhan Mikel Arteta.
Tekanan Arsenal Musim Ini Terlihat dari Ketajaman yang Menghilang
Arsenal tidak kekurangan penguasaan bola atau struktur permainan. Namun, tekanan Arsenal musim ini membuat fase akhir serangan mereka kehilangan daya gigit. Dalam beberapa pekan terakhir, Arsenal kesulitan mencetak gol dari permainan terbuka, sehingga beban pertandingan sering bergantung pada situasi bola mati.

Sky Sports menyoroti bahwa Arsenal bukan hanya kesulitan mencetak gol, tetapi juga tidak memiliki satu pun pemain yang konsisten menjadi sumber gol di liga. Kondisi ini menciptakan tekanan tambahan karena setiap peluang yang terbuang terasa semakin mahal dalam persaingan gelar.
Data Gol Non Penalti Penyerang Arsenal
Salah satu indikator paling kuat dari tekanan Arsenal musim ini adalah kontribusi gol non penalti dari para penyerang. Data Sky Sports menunjukkan betapa minimnya output gol dari lini depan meski menit bermain cukup tinggi.
Statistik Gol Non Penalti Penyerang Arsenal di Premier League
| Pemain | Menit Bermain | Gol Non Penalti |
|---|---|---|
| Viktor Gyokeres | 1.385 | 3 |
| Leandro Trossard | 1.256 | 5 |
| Bukayo Saka | 1.549 | 3 |
| Gabriel Martinelli | 551 | 1 |
| Gabriel Jesus | 207 | 1 |
| Noni Madueke | 581 | 0 |
| Kai Havertz | 30 | 0 |
Data ini memperjelas bahwa Arsenal tidak kekurangan menit bermain di lini depan, tetapi kekurangan konversi peluang. Hal inilah yang membuat tekanan Arsenal musim ini semakin berat karena serangan terbuka tidak mampu menopang ambisi gelar.
Ketergantungan Set Piece dan Minimnya Kontribusi Penyerang
Sky Sports juga membandingkan proporsi gol non penalti yang dicetak penyerang di seluruh Premier League. Arsenal berada di kelompok terbawah, hanya unggul dari beberapa tim papan bawah.

Proporsi Gol Non Penalti dari Penyerang di Premier League
- Arsenal termasuk tim dengan persentase terendah gol dari penyerang
- Lebih dari separuh gol Arsenal berasal dari lini lain atau situasi bola mati
- Tidak ada pemain Arsenal di 20 besar top skor liga musim ini
Fakta ini memperkuat kesimpulan bahwa tekanan Arsenal musim ini bukan ilusi narasi media, melainkan refleksi nyata dari masalah struktural di lini serang.
Arteta Perlu Menghidupkan Kembali Lini Serang
Sky Sports secara eksplisit menyoroti urgensi bagi Arteta untuk mengaktifkan kembali lini depan Arsenal. Tekanan Arsenal musim ini akan jauh berkurang jika gol datang secara lebih merata dari para penyerang.
Catatan Mandul Penyerang Arsenal
- Bukayo Saka tanpa gol dalam 13 laga terakhir di semua kompetisi
- Viktor Gyokeres tanpa gol non penalti dalam 11 laga Premier League
- Gabriel Martinelli tanpa gol dalam 13 laga liga
- Noni Madueke tanpa gol dalam 25 laga Premier League
- Leandro Trossard hanya satu gol dalam 11 laga terakhir di semua kompetisi

Situasi ini membuat Arsenal terlalu mudah diprediksi. Lawan cukup mematikan sumber bola mati dan memaksa Arsenal membangun serangan dari open play yang saat ini belum efektif.
Fleksibilitas Arteta Terbatas Saat Skema Utama Buntu
Sky Sports menyoroti bahwa tekanan Arsenal musim ini juga berkaitan dengan minimnya variasi ketika rencana utama tidak berjalan. Data mendukung kesan tersebut. Arsenal memiliki persentase gol dari penyerang terendah ketiga di Premier League, serta tidak satu pun pemain mereka masuk 20 besar top skor liga musim ini. Angka ini menunjukkan bahwa ketika pola serangan utama terhenti, Arsenal kesulitan menemukan solusi alternatif.

Ketergantungan pada set-piece menjadi indikator lain. Sky Sports mencatat bahwa sebagian besar gol Arsenal berasal dari bola mati, bukan dari open play yang lahir dari variasi taktik. Dalam konteks perebutan gelar, situasi ini membuat Arsenal mudah diprediksi, terutama ketika lawan menutup jalur build up utama dan memaksa mereka bermain di area sempit.

Kondisi tersebut memperkuat narasi bahwa tekanan Arsenal musim ini bukan hanya soal mental, tetapi juga soal kemampuan beradaptasi. Struktur permainan memang tetap rapi, namun tanpa fleksibilitas tambahan, Arsenal kerap terlihat mandek saat menghadapi lawan yang sudah membaca pola mereka.
Martin Odegaard di Bawah Beban Kapten dan Tekanan Gelar
Peran Martin Odegaard juga menjadi bagian penting dalam pembahasan tekanan Arsenal musim ini. Sebagai kapten dan pengatur tempo, Odegaard diharapkan menjadi pembeda di laga-laga besar. Namun, Sky Sports menyoroti kecenderungannya bermain terlalu aman dalam beberapa pertandingan krusial.

Hal ini bukan berarti Odegaard tampil buruk secara keseluruhan. Namun, ketika Arsenal membutuhkan kreativitas ekstra, keputusan yang diambil kerap terasa konservatif. Tekanan untuk menjaga stabilitas tim terkadang membuat Arsenal kehilangan elemen spontanitas yang sebelumnya menjadi kekuatan utama mereka.
Sky Sports bahkan mengangkat diskusi tentang apakah Arsenal memerlukan variasi peran kreatif tambahan untuk meringankan beban Odegaard, terutama ketika lawan berhasil menutup ruang geraknya.
Nilai Skuad Tinggi Namun Output Tidak Seimbang
Menariknya, tekanan Arsenal musim ini juga kontras dengan nilai skuad mereka. Data estimasi transfer menunjukkan bahwa lini depan Arsenal memiliki nilai yang sangat tinggi, hampir setara dengan lini pertahanan dan lini tengah.
Estimasi Nilai Transfer Skuad Arsenal
- Kiper sekitar £36,6 juta
- Bek sekitar £383,6 juta
- Gelandang sekitar £326,1 juta
- Penyerang sekitar £357,4 juta

Dengan nilai sebesar itu, ekspektasi terhadap kontribusi gol penyerang tentu tinggi. Namun, data performa menunjukkan bahwa investasi besar tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi produktivitas di lapangan.
Tekanan Arsenal Musim Ini dari Sudut Pandang Mentalitas
Sky Sports mengaitkan masalah ini dengan tekanan psikologis dalam perburuan gelar. Mantan pemain dan pengamat seperti Roy Keane dan Patrick Vieira menilai bahwa tekanan gelar sering kali membuat pemain tampil lebih aman dan enggan mengambil risiko.
“Arsenal need to go back to basics. To express themselves, play with freedom, and go forward. They got to the top by playing in the right way and being positive.” – Patrick Vieira
Kutipan tersebut menggambarkan kondisi Arsenal saat ini. Mereka masih terorganisir, tetapi kehilangan spontanitas yang sebelumnya menjadi kekuatan utama.
Proyeksi Opta dan Peluang Gelar Arsenal
Analisis Opta superkomputer yang dikutip Sky Sports tetap menempatkan Arsenal sebagai salah satu kandidat kuat juara. Secara matematis, peluang mereka masih tinggi dibanding sebagian besar pesaing. Namun, model Opta juga menekankan bahwa margin kesalahan Arsenal semakin tipis seiring berkurangnya kontribusi gol dari lini depan.

Artinya, meski probabilitas juara masih terbuka, tekanan Arsenal musim ini akan meningkat tajam jika masalah produktivitas tidak segera diatasi.
Ketika Tekanan Menjadi Ujian Kedewasaan
Arsenal tidak sedang runtuh, tetapi sedang diuji. Tekanan Arsenal musim ini bukan hanya soal hasil, melainkan soal identitas sebagai tim penantang gelar. Mereka memiliki struktur, nilai skuad, dan peluang statistik, namun sepak bola tetap menuntut gol sebagai penentu akhir.
Jika Arteta mampu menghidupkan kembali lini serang dan membebaskan pemainnya dari beban psikologis, Arsenal masih berada di jalur yang tepat. Namun, jika kebuntuan ini berlanjut, tekanan itu sendiri bisa menjadi penghalang terbesar mereka. Dalam perebutan gelar, tidak cukup hanya kuat di atas kertas. Arsenal kini harus membuktikan bahwa mereka juga cukup tajam saat tekanan memuncak.