Raphinha Bawa Barcelona Juara Supercopa Spanyol 2026

Barcelona tidak membutuhkan waktu lama untuk membuktikan bahwa kekalahan di El Clásico Oktober lalu hanyalah anomali. Di Jeddah, lewat final Supercopa Spanyol 2026 yang intens dan penuh dinamika, Barça kembali menegaskan dominasi mereka atas Real Madrid. Sosok yang berdiri paling depan dalam kemenangan dramatis itu adalah Raphinha, pemain yang sekali lagi menjelma menjadi mimpi buruk Madrid di panggung besar.

Supercopa Spanyol 2026_Raphinha_Bola Banter_
Barcelona’s Raphinha celebrates after scoring his second goal during the Spanish Super Cup final soccer match against Real Madrid at King Abdullah Sports City Stadium in Jeddah, Saudi Arabia, Sunday, Jan. 11, 2026. (AP Photo/Altaf Qadri)

Sejak menit awal, Barcelona tampil dengan kontrol permainan yang jelas. Mereka memegang ritme, memonopoli bola, dan memaksa Madrid bermain lebih reaktif. Pendekatan itu berbuah manis ketika Raphinha membuka skor sebelum jeda, sekaligus mengawali rangkaian gol cepat yang membuat final Supercopa Spanyol 2026 terasa seperti roller coaster emosional bagi kedua kubu.

Final Supercopa Spanyol 2026 Berjalan Ketat dan Meledak

Pertandingan tidak langsung berjalan satu arah. Meski Barcelona mendominasi penguasaan bola, Real Madrid tetap berbahaya lewat transisi cepat. Gol Raphinha dibalas Vinícius Junior, lalu Robert Lewandowski membawa Barcelona unggul kembali, sebelum Gonzalo García memaksakan skor imbang jelang turun minum.

Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_Gonzalo Garcia
Real Madrid’s Gonzalo Garcia scores against FC Barcelona during the Spanish Super Cup final soccer match at King Abdullah Sports City Stadium in Jeddah, Saudi Arabia, Sunday, Jan. 11, 2026. (AP Photo/Altaf Qadri)

Babak kedua berjalan lebih taktis. Madrid memasukkan Kylian Mbappé yang belum sepenuhnya fit, sementara Barcelona tetap sabar menjaga struktur permainan. Ketika laga tampak mengarah ke perpanjangan waktu, Raphinha muncul sekali lagi. Gol keduanya, meski sedikit terdefleksi, cukup untuk memastikan Barcelona mengangkat trofi Supercopa Spanyol 2026 dan meninggalkan Madrid dengan penyesalan.

Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_Lamine Yamal vs Kylian Mbappe
Barcelona’s Lamine Yamal, left, duels for the ball with Real Madrid’s Kylian Mbappe during the Spanish Super Cup final soccer match at King Abdullah Sports City Stadium in Jeddah, Saudi Arabia, Sunday, Jan. 11, 2026. (AP Photo/Altaf Qadri)

Menurut laporan lengkap ESPN, Barcelona mencatat hampir 70% penguasaan bola dan unggul signifikan dalam expected goals, gambaran jelas siapa yang lebih konsisten menciptakan peluang berkualitas

Raphinha Kembali Jadi Penentu di Laga Besar

Raphinha memang memiliki hubungan spesial dengan Real Madrid. Dalam beberapa musim terakhir, namanya hampir selalu muncul ketika Barcelona menghadapi rival abadi mereka di laga krusial. Di Supercopa Spanyol 2026, kontribusinya bukan sekadar soal gol, tetapi juga intensitas, kerja tanpa bola, dan keberanian mengambil keputusan di momen genting.

Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_Raphinha

Catatan statistiknya semakin memperkuat narasi tersebut. Tujuh gol dan tiga assist dalam enam pertemuan terakhir melawan Madrid adalah angka yang sulit diabaikan. Terlebih, tiga di antaranya hadir di laga final. Bagi Barcelona, menjaga kebugaran Raphinha kini menjadi prioritas utama jika mereka ingin menjadikan Supercopa Spanyol 2026 sebagai batu loncatan menuju trofi lain.

Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_Lamine Yamal & Raphinha

Barcelona Lebih Layak Juara Secara Permainan

Jika berbicara objektif, Barcelona pantas memenangkan final ini. Mereka lebih terorganisir, lebih tenang, dan lebih konsisten dalam mengeksekusi rencana permainan. Dua gol Madrid memang tercipta, namun keduanya terasa seperti pukulan balik dari situasi yang tidak sepenuhnya mereka kuasai.

Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_Joan Garcia

Angka expected goals menunjukkan perbedaan kualitas peluang yang diciptakan kedua tim. Barcelona mencatatkan xG jauh lebih tinggi, sementara Madrid banyak bergantung pada momen individu. Pola ini juga terlihat dari bagaimana Barcelona mampu mengontrol tempo bahkan ketika Frenkie de Jong harus meninggalkan lapangan lebih awal.

Vinícius Junior Menjawab Tekanan

Di kubu Madrid, satu nama tetap patut disorot. Vinícius Junior akhirnya mengakhiri puasa gol panjangnya dengan aksi individu yang menunjukkan kelas dunia. Gol tersebut tidak hanya penting secara teknis, tetapi juga emosional, mengingat tekanan besar yang ia hadapi dalam beberapa pekan terakhir.

Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_Vinicius Junior

Setelah gol itu, Vinícius bermain dengan lebih bebas. Ia beberapa kali merepotkan lini belakang Barcelona dan nyaris mencetak gol tambahan. Meski akhirnya Madrid gagal menghindari kekalahan, performa Vinícius memberi sinyal positif bahwa ia kembali ke jalur yang benar.

Xabi Alonso bahkan secara khusus memuji anak asuhnya tersebut setelah laga:

Vini had a great game. He was dangerous, and the goal was extraordinary.

Pendekatan Aman Madrid Hampir Berhasil

Real Madrid memulai final dengan pendekatan yang lebih konservatif. Lini belakang diperkuat, blok rendah diterapkan, dan fokus utama adalah bertahan sambil menunggu peluang serangan balik. Pendekatan ini cukup masuk akal mengingat absennya beberapa bek utama akibat cedera.

Alasan Madrid Bermain Lebih Hati-Hati

  • Krisis bek tengah: Madrid kehilangan stabilitas tanpa beberapa pilar utama
  • Tekanan posisi pelatih: Alonso berada dalam situasi yang tidak memungkinkan kekalahan telak
  • Memori pahit musim lalu: kekalahan besar dari Barcelona masih membekas
Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_statistik

Pendekatan tersebut hampir membawa laga ke adu penalti. Namun, detail kecil dan efektivitas Barcelona di momen krusial membuat rencana itu gagal di garis akhir.

Lini Belakang Barcelona Masih Menyisakan PR

Di balik keberhasilan mengangkat trofi Supercopa Spanyol 2026, Barcelona tetap memiliki catatan yang perlu dibenahi. Rentetan clean sheet sebelum final ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan bertahan mereka.

Titik Lemah yang Perlu Diperbaiki Flick

  • Duels satu lawan satu: Jules Koundé beberapa kali kalah posisi
  • Antisipasi bola mati: gol Madrid menunjukkan koordinasi yang belum solid
  • Cover area kotak penalti: kurangnya support terhadap bek sayap

Meski demikian, bagi tim netral, kondisi ini justru menjanjikan pertandingan-pertandingan besar yang lebih terbuka dan menghibur di masa depan.

Posisi Xabi Alonso Masih Abu-Abu

Kekalahan di Supercopa de España 2026 tidak serta-merta menggoyang kursi Xabi Alonso. Namun, hasil ini juga belum cukup untuk meredam keraguan internal klub terhadap arah permainan Madrid di bawah kepemimpinannya.

Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_Xabi Alonso Real Madrid

Alonso sendiri menegaskan bahwa timnya harus segera melupakan hasil ini:

We have to move on as soon as possible. It’s the least important of the competitions we play. We have to look forward.

Pernyataan itu mencerminkan realitas Madrid saat ini. Mereka masih menang cukup sering, namun belum menampilkan identitas permainan yang benar-benar meyakinkan sebagai proyek jangka panjang. (ESPN)

Supercopa Spanyol 2026 Perkuat Momentum Barcelona

Supercopa Spanyol 2026 kembali memperkuat narasi bahwa turnamen ini sering menjadi titik awal momentum besar bagi Barcelona di bawah Hansi Flick. Musim lalu, gelar yang sama menjadi fondasi kepercayaan diri tim sebelum akhirnya menyapu bersih kompetisi domestik. Pola itu kini kembali terlihat, bukan hanya dari hasil akhir, tetapi juga dari cara Barcelona mengendalikan pertandingan melawan Real Madrid.

Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_Hansi Flick & Raphinha

Kemenangan ini datang di saat Barcelona sudah memimpin klasemen liga dengan margin yang cukup aman. Karena itu, Supercopa de España 2026 berfungsi lebih dari sekadar trofi pembuka musim. Turnamen ini menjadi penguat mental bahwa identitas permainan Flick berjalan konsisten, bahkan di laga dengan tekanan tinggi. Jika melihat dominasi penguasaan bola, kualitas peluang, dan efektivitas pemain kunci seperti Raphinha, Barcelona tampak berada di jalur yang sama seperti musim sebelumnya, ketika satu gelar kecil berkembang menjadi rangkaian kesuksesan yang lebih besar.

Lebih dari Sekadar Trofi Pembuka Musim

Bagi Barcelona, Supercopa Spanyol 2026 bukan hanya soal satu piala tambahan. Trofi ini memperpanjang tren positif di era Hansi Flick dan kembali menegaskan mentalitas juara tim dalam laga besar. Dengan keunggulan di liga domestik dan ambisi besar di Eropa, kemenangan ini terasa seperti pengingat bahwa Barcelona belum kehilangan sentuhan elitnya.

Supercopa Spanyol 2026_Bola Banter_Barcelona

Sementara itu, bagi Madrid, kekalahan ini terasa menyakitkan tetapi tidak sepenuhnya merusak. Mereka kalah tipis, bersaing hingga menit akhir, dan menemukan kembali Vinícius dalam performa terbaiknya. Namun, selama Raphinha masih bebas berlari di laga-laga krusial seperti ini, Madrid sepertinya harus kembali bertanya satu hal sederhana. Mengapa pemain itu selalu muncul ketika mereka paling ingin pertandingan segera berakhir.